SUMENEP, Lacak.co.id – Agus Mulyono Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menegaskan tenaga kesehatan yang ada di tingkat Puskesmas harus di maksimalkan untuk melayani masyarakat sampai tingkat desa.
“Tenaga kesehatan yang ada di tingkat puskesmas, itu harus di maksimalkan, bagaimana setiap desa itu tersedia kesehatan yang kompeten untuk memberikan pelayanan sesuai dengan kompetensinya,” tegas Agus Mulyono, Senin (4/4/2022).
Sehingga diharapkan dengan pola yang seperti itu, masyarakat akan lebih dekat pada akses pelayanan kesehatan yang berkualitas yang diberikan oleh tenaga kesehatan yang ada di setiap wilayah puskesmas, juga di setiap desa.
“Pelayanan kesehatan itu adalah bagaimana supaya memberikan pelayanan kesehatan dalam bentuk promotif, yaitu bagaimana yang sehat tetap sehat,” paparnya.
Kemudian pelayanan prenventif, artinya mencegah agar tidak sakit, namun apabila sudah sakit segera berobat, dan mendaftarkan pelayanan yang dibutuhkan, tapi juga dengan pelayanan yang berkualitas.
Pelayanan kuratif, apabila membutuhkan pengobatan silahkan ada pelayanan pengobatan misalnya di tingkat puskesmas, kalau perlu rujukan kepada rujukan yang lebih tinggi rumah sakit, dan pelayanan rehabilitatif yaitu pemulihan seseorang yang menderita sakit tertentu, misalnya struk, setelah dilakukan pengobatan di rumah sakit kemudian perlu dilakukan pemulihan.
“Pemulihan itu, setelah kembali dari rumah sakit dapat di bantu oleh tenaga kesehatan yang ada di masing-masing puskesmas,” ujarnya.
Tentunya pelayanan yang maksimal menurut Agus ditopang dengan kelengkapan dokter umum untuk semua wilayah puskesmas di daratan maupun di kepulauan.
“Kami sediakan minimal ada dua dokter umum di setiap puskesmas, terkait kebutuhan pelayanan di masing-masing puskesmas salah satunya dokter gigi,” paparnya.
Dan hal-hal yang berkenaan dengan untuk upaya promotif preventif disitu ada perawat, ada bidan, kemudian juga ada tenaga gizi, ada tenaga kesehatan lingkungan, bahkan farmasi, itu semua kita standarkan menurut ketentuan yang sudah ada.
“Kami mengharapkan kebijakan ini diperhatikan agar pelayanan disetiap desa dapat terlaksana dengan baik di masing-masing wilayah puskesmas. Mudah-mudahan ini menjadi salah satu upaya yang kita harapkan untuk mendukung teklen bismillah melayani,” ujarnya.
Reporter : Rd
Editor : Ari









