JAKARTA,Lacak.co.id – Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia resmi memberangkatkan gelombang pertama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi pada Jumat (17/4/2026).
Sebanyak 460 petugas diterbangkan menuju Jedah sebelum nantinya bertugas di Madinah sebagai bagian dari persiapan awal pelayanan jemaah haji Indonesia.
Para petugas dijadwalkan berangkat pada pukul 16.10 WIB menggunakan pesawat Garuda Indonesia dan akan menjalankan tugas dalam kurun waktu cukup panjang, yakni sekitar 70 hari selama operasional haji berlangsung di Arab Saudi.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan bahwa gelombang awal ini didominasi oleh tim perlindungan jemaah (Linjam) yang memiliki peran krusial dalam memastikan keamanan dan kenyamanan jemaah selama beribadah.
Selain itu, petugas yang diberangkatkan juga berasal dari berbagai unsur, seperti TNI, Polri, petugas bandara, hingga tenaga media yang turut mendukung kelancaran layanan haji.
Menurut Dahnil, pemberangkatan ini merupakan tahap awal, di mana dalam beberapa hari ke depan akan ada tambahan petugas yang dikirim secara bertahap.
Sebelumnya, tim advance juga telah lebih dulu diberangkatkan guna menyiapkan berbagai kebutuhan teknis di lapangan.
Ia menegaskan bahwa seluruh petugas telah dibekali dengan rencana kontingensi untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi selama pelaksanaan ibadah haji.
Dahnil juga mengingatkan agar petugas tetap menjaga fokus pada tugas utama, yakni memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah.
“Fokus utama adalah melayani dan mendampingi jemaah. Edukasi boleh dilakukan, tetapi bukan untuk pamer,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa tantangan yang dihadapi cukup besar, mengingat banyaknya jemaah Indonesia yang masuk kategori risiko tinggi (risti), serta latar belakang jemaah yang beragam, termasuk yang baru pertama kali bepergian ke luar negeri.
Dengan kondisi tersebut, pendampingan tidak hanya diperlukan dalam aspek ibadah, tetapi juga teknis di lapangan.
Pemerintah pun berharap seluruh petugas dapat menjaga kesehatan dan kesiapan mental selama bertugas, mengingat durasi pelayanan yang cukup panjang.
Meski di tengah situasi global yang dinamis, pemerintah memastikan bahwa pelaksanaan ibadah haji 2026 tetap berjalan aman dan terkendali, serta membawa pesan perdamaian dan kemanusiaan bagi dunia.
Penulis: MH
Editor: Bahri









