RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Catat Capaian Mutu Layanan Membanggakan, Mayoritas Indikator Lampaui Target pada Semester I 2026

SUMENEP,Lacak.co.id Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui pemantauan dan evaluasi indikator mutu secara berkelanjutan.

Hasil evaluasi selama Semester I Tahun 2026 menunjukkan mayoritas indikator pelayanan berhasil mencapai bahkan melampaui target yang telah ditetapkan.

Bacaan Lainnya

Publikasi capaian indikator mutu yang meliputi Triwulan I dan Triwulan II Tahun 2026 menjadi wujud transparansi RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep kepada masyarakat, sekaligus menjadi tolok ukur keberhasilan rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang aman, efektif, dan berkualitas.

Pada Triwulan II (April–Juni 2026), tingkat kepatuhan penerapan Clinical Pathway mencapai 93,28 persen. Sementara itu, kepatuhan dalam pencegahan risiko cedera akibat pasien jatuh di ruang rawat inap tercatat 95,14 persen, menunjukkan komitmen rumah sakit dalam menjaga keselamatan pasien.

Di sektor pelayanan publik, respons terhadap pengaduan masyarakat juga menunjukkan hasil yang baik dengan tingkat penyelesaian mencapai 89,76 persen.

Capaian ini mencerminkan keseriusan rumah sakit dalam menindaklanjuti setiap keluhan, masukan, maupun aspirasi dari pasien dan keluarga pasien.

Untuk indikator mutu prioritas rumah sakit, Bed Occupancy Rate (BOR) berada pada angka 76,85 persen, sedangkan Average Length of Stay (ALOS) tercatat 5,32 hari. Pada pelayanan farmasi, rata-rata waktu penyediaan obat racikan mencapai 18,45 menit, sedangkan obat nonracikan 26,32 menit. Selain itu, ketepatan jadwal tindakan operasi berhasil mencapai 92,67 persen.

Capaian tersebut melanjutkan hasil positif pada Triwulan I Tahun 2026. Selama periode Januari hingga Maret, kepatuhan penggunaan Formularium Nasional mencapai 95,28 persen, ketepatan pelaporan hasil pemeriksaan laboratorium kritis sebesar 93,62 persen, serta kepatuhan jam visite dokter spesialis mencapai 87,45 persen.

Indikator lainnya juga menunjukkan performa yang menggembirakan. Kepatuhan pemberian edukasi kepada pasien mencapai 90,17 persen, sedangkan kepatuhan penerapan hand hygiene sebesar 96,34 persen. Untuk pelayanan laboratorium, ketepatan waktu pelaporan hasil pemeriksaan berada di angka 92,58 persen, sementara persentase spesimen yang ditolak hanya 1,42 persen.

Keberhasilan tersebut menjadi kelanjutan tren peningkatan mutu pelayanan yang telah dibangun sejak tahun sebelumnya. Pada Triwulan IV Tahun 2025, kepatuhan identifikasi pasien mencapai 95,96 persen, kelengkapan pengisian rekam medis 92,14 persen, serta mutu pelayanan farmasi berada di angka 84,67 persen.

Sementara itu, pada Triwulan III Tahun 2025, kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD) tercatat 98,61 persen, kepatuhan identifikasi pasien 96,79 persen, dan tingkat kepuasan pasien mencapai 89,35 persen.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Hj. Erliyati, menegaskan bahwa indikator mutu merupakan instrumen penting dalam memastikan pelayanan kesehatan terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.

“Melalui pemantauan indikator mutu rumah sakit, kami terus melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan, serta kepuasan masyarakat,” ujar dr. Hj. Erliyati, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, setiap capaian yang diraih bukan sekadar angka statistik, melainkan hasil kerja sama seluruh tenaga kesehatan dan jajaran rumah sakit dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Bagi kami, setiap langkah menuju mutu yang lebih baik merupakan wujud komitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik. Bersama, kita bangun budaya mutu demi pelayanan yang semakin berkualitas,” tambahnya.

Ia menegaskan, evaluasi terhadap seluruh indikator mutu akan terus dilakukan secara rutin agar setiap unit pelayanan mampu melakukan pembenahan dan inovasi secara berkesinambungan.

Publikasi capaian indikator mutu tersebut menjadi bentuk akuntabilitas RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep kepada masyarakat, sekaligus mempertegas komitmen rumah sakit untuk terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, profesional, dan berorientasi pada kepuasan pasien. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *