Dorong Inklusi dan Kepercayaan Publik, BPRS Bhakti Sumekar Gelar Literasi Keuangan Syariah

  • Whatsapp

SUMENEP,Lacak.co.id PT BPRS Bhakti Sumekar menggelar kegiatan literasi keuangan syariah di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, di Pendopo Keraton Sumenep, Selasa, (14/4/2026).

Acara tersebut sebagai upaya membangun Kepercayaan masyarakat melalui Inklusi Keuangan BPR Syariah bersama Lembaga Penjamin Simpanan dan Otoritas Jasa Keuangan.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Sumenep, tampak hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Eksekutif Klaim dan Resolusi Bank LPS yakni Dimas Yuliharta) dan Deputi Direktur Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi dan Perlindungan Konsumen yakni Wahyu Puspitaningrum.

Kegiatan tersebut digelar bersama DPW Himbarsi Jawa Timur Plus dalam bentuk talkshow yang menghadirkan narasumber dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Timur.

Nuansa kearifan lokal juga mewarnai kegiatan ini melalui penampilan Tari Muang Sangkal. Tarian tersebut melambangkan doa keselamatan dan harapan masyarakat.

Talkshow ini membahas pentingnya literasi dan inklusi keuangan syariah. Materi yang disampaikan bertujuan agar masyarakat memahami produk dan layanan keuangan berbasis syariah.

Direktur BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, mengatakan kegiatan ini menjadi semangat kebersamaan untuk memperkuat kepercayaan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

“Melalui literasi ini, kami berharap masyarakat semakin memahami layanan keuangan syariah, sehingga tercipta sektor jasa keuangan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, dalam sambutannya menyampaikan Pemerintah Kabupaten Sumenep mendorong BPRS Bhakti Sumekar terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.

Transformasi tersebut dinilai penting tanpa mengabaikan prinsip syariah. Karena perkembangan teknologi menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi lembaga keuangan daerah.

“BPRS Bhakti Sumekar menghadapi tantangan yang semakin kompleks, seiring perkembangan teknologi yang membawa banyak peluang,” kata KH Imam Hasyim.

Mantan Ketua DPRD Sumenep itu menegaskan digitalisasi layanan perlu terus dikembangkan. Hal itu untuk memperluas jangkauan layanan keuangan hingga ke wilayah terpencil.

“Edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan layanan digital secara aman juga menjadi perhatian. BPRS Bhakti Sumekar diharapkan meningkatkan keamanan, transparansi, dan akuntabilitas demi menjaga kepercayaan publik,” harapnya.

 

 

Penulis: Liel
Editor: Bahri

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *