SUMENEP, Lacak.co.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur memberi atensi khusus terhadap penyusunan data pemilih di delapan Desa, Kecamatan Talango, Sumenep. Bawaslu melakukan pengecekan ke rumah-rumah warga secara sample untuk memastikan warga yang merantau di Pulau itu telah dicoklit dan tidak kehilangan hak pilihnya di Pemilu nanti.
Ketua Bawaslu Jawa Timur, A Warist mengungkapkan, selama ini, warga di delapan Desa Kecamatan Talango banyak merantau ke luar daerah seperti Jakarta, Surabaya, Jogjakarta, Bali dan Kota-Kota besar lainnya membangun usaha warung kelontong. Warga yang merantau sebagai pedagang kelontong keluar Madura khususnya di Jakarta dikenal sebagai ”Jakartaan”.
”Kami tidak ingin, warga yang ada diluar daerah seperti di Talango tetap terdata walaupun tidak ada di rumah. Untuk itu, Bawaslu melakukan pemantauan dan pengawasan langsung kebawah,” tegasnya, Sabtu (18/3/2023).
Pihaknya melakukan patroli pengawasan secara khusus ke Pulau tersebut untuk memastikan warga yang memenuhi syarat sebagai tercatat dalam proses penyusunan daftar pemilih supaya hak suaranya tidak hilang.
”Semua warga Negara memiliki kedudukan yang sama yaitu berhak memilih dan dipilih. Untuk itu, mereka harus dipastikan tercatat sebagai pemilih di Pemilu nanti,” ujarnya.
Mantan Ketua KPU Sumenep ini menyampaikan, secara umum dari hasil pengawasan, proses coklit sudah berjalan dengan baik. Namun ada beberapa temuan di lapangan yang direkomendasikan untuk dilakukan perbaikan adalah tidak adanya stiker di rumah warga untuk menandakan telah dicoklit.
”Selain itu, Bawaslu juga merekomendasi adanya perbaikan karena munculnya data orang yang sudah meninggal ke data pemilih Pemilu 2024,” jelasnya.
Adapun hari H pemungutan dan penghitungan suara Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPD RI, DPR Provinsi dan Kabupaten atau Kota 14 Februari 2024. Sedangkan Pemilihan Kepala Daerah serentak Gubernur dan Bupati atau Wali Kota 27 November 2024. (Oong)









