DLH Sumenep Ajak Masyarakat Memilih dan Memilah Sampah Organik dan Anorganik.

  • Whatsapp

SUMENEP, Lacak.co.id Dalam momentum peringatan hari lingkungan hidup sedunia, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menganjurkan kepada masyarakat untuk memilih dan memilah sampah organik dan sampah anorganik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep Arif Susanto menyampaikan pada momentum hari lingkungan hidup sedunia ini diharapkan masyarakat sudah sadar untuk membuang sampah pada tempatnya, lebih-lebih dapat memilah antara sampah organik dan anorganik.

Bacaan Lainnya

“Pada momentum ini saya mengharapkan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, sebisa mungkin di rumah tangga itu sudah ada pemilahan antara sampah organik dan anorganik,” himbaunya.

Menurut Arif, sampah organik merupakan sampah yang mudah untuk diurai berupa sisa makanan, sisa sayuran, sisa buah-buahan, dedaunan dan lain-lain.

Sedangkan sampah anorganik merupakan sampah yang sulit untuk diurahkan berupa sampah yang terbuat dari plastik. Salah satu contoh desa yang sudah melakukan penanganan sampah adalah Kelurahan Kepanjin.

“Di desa ini sudah melakukan pemilihan antara sampah organik dan anorganik. Sampah organik dikumpulkan di satu titik sebagai bahan makanan maggot dan pakan lele. Sedangkan sampah anorganik dipilah lagi, mana yang bernilai ekonomi akan dijual ke pengepul dan yang tidak bisa dipakai lagi akan dibuang ke TPA kita,” ujarnya.

Lebih lanjut Arif menyampaikan selain bernilai ekonomi dan untuk bahan pupuk, serta makan maggot dan lele. Pengelolaan sampah ini juga dipastikan tidak akan menimbulkan bauh yang menyengat.

“Kalau sampah itu rutin setiap hari pasti tidak akan menimbulkan bau. Pengelolaan sampah yang dilakukan oleh masyarakat dapat mengurangi penumpukan sampah yang terjadi. Kalau misalnya di satu daerah sampah itu 5 ton, kalau dioleh itu maksimal jadi 1 ton saja,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep menggelar kegiatan bersih-bersih dengan tema “solutions to plastic pollution” (solusi untuk polusi plastik) bertempat di dua titik yakini pantai matahari tepatnya di Desa Lobung, Kecamatan Bluto Sumenep, dan di pantai Gili Labek.

 

 

 

Penulis : Oong
Editor : Bahri

Foto: Goggle

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *