Peningkatan Pelayanan Kesehatan Jadi Catatan Fraksi PKB Terhadap Nota Keuangan atas Rancangan Peraturan Daerah Tentang APBD 2024

  • Whatsapp

SUMENEP, Lacak.co.id – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Sumenep menyampaikan pokok pikiran Pandangan Umum terkait Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2024, dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sumenep, Rabu (12/10/2023).

Didalam Rapat Paripurna I pada hari selasa tgl 10 Oktober 2023 tentang Nota Keuangan Atas Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Sumenep. Tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2024. bupati menyampaikan penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2024.

Bacaan Lainnya

Didalam nota penjelasan bupati terkait hal tersebut, tema yang diusung adalah “Pemantapan Ketahanan Ekonomi Masyarakat Serta Menjaga Harmoni Sosial”, tema tersebut merupakan pengejawantahan dari Program prioritas pembangunan tahun 2024 sesuai dengan Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten Sumenep tahun 2024.

Dalam nota keuangan atas Rancangan Petauran Daerah tentang APBD 2024 bupati menjelaskan beberapa tantangan dari luar yang sedikit banyak mempengaruh terhadap Fiskal Negara kita tak terkecuali fiscal keuangan daerah.

Diantara tantangan yang dijelaskan diantaranya ketegangan geopolitik internasional yang mengakibatkan aktivitas perdagangan dan aliran investasi global melambat.

Cepatnya perkembangan teknologi digital. Cepatnya perkembangan digitalisasi dapat menjadi ancaman nyata bagi pasar tenaga kerja nasional yang masih didominasi tenaga kerja tidak terampil dengan pendidikan rendah. Jika tidak diantisipasi, tingkat pengangguran akan meningkat signifikan, terutama pada kelompok tenaga kerja dengan keterampilan dan pendidikan rendah.

Ketidaksiapan pasar tenaga kerja menghadapi cepatnya perkembangan digitalisasi juga akan menjadi kendala untuk menarik aliran investasi masuk ke Indonesia.

Perubahan iklim serta respons kebijakan yang mengikutinya. Perubahan iklim adalah ancaman nyata bagi kesehatan, keselamatan, serta aktivitas ekonomi. Cuaca ekstrem hingga bencana alam yang sering terjadi, terkait erat dengan perubahan iklim.

Covid-19 telah menjadi bukti bahwa munculnya sebuah pandemi tidak bisa terelakkan. Meskipun kini pandemi Covid-19 sudah berakhir, namun kewaspadaan dan kesiapsiagaan perlu kita bangun dari sekarang mengingat dampak yang ditimbulkannya sangat besar.

“Untuk itu, kami dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa menghimbau kepada saudara bupati untuk seyogyanya menjadikan analisa tantangan tersebut sebagai pijakan dalam merumuskan sebuah kebijakan yang bersifat antispatif. Kami juga menekankan terkait pengembangan SDM yang lebih massif melalui pendidikan vokasional berbasis keterampilan dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman utamanya dalam hal tekhnolgi,” kata Fadli Oktaviari, anggota Fraksi PKB DPRD Sumenep, Kamis (12/10/2023).

Pendapatan pada APBD Tahun Anggaran 2024 ini direncanakan sebesar 2 triliun 435 milyar 125 juta 427 ribu 448 rupiah, sedangkan Anggaran Belanja Tahun Anggaran 2024 direncanakan sebesar 2 triliun 695 milyar 937 juta 486 ribu 932 rupiah. Terdapat Defisit sebesar 260 milyar 812 juta 59 ribu 484 rupiah.

“Kami dari Fraksi Partai Kebangkatan Bangsa berpandangan bahwa kebijakan Pemerintah Daerah untuk menentukan bidang anggaran belanja, agar stabilitas pertumbuhan dan pembangunan ekonomi tetap dipertahankan, artinya besarnya pengeluaran total tidak boleh melebihi besarnya pendapatan total (surplus),” ujar Fadli Oktaviari.

Selain itu, APBD harus diprioritaskan untuk meningkatkan kualitas layanan publik yang lebih efektif dan efisien serta responsif terhadap kebutuhan dan potensi wilayah Kabupaten Sumenep.

Harapan besar tersebut bisa dilaksanakan, jika perencanaan anggaran belanja setiap kegiatan pada APBD efektif, tepat sasaran, wajar, tidak underfinancing (kurang) atau overfinancing (berlebih), karena APBD Kabupaten Sumenep sebagian besar ditopang dari perimbangan.

Fadli Oktaviari memaparkan dalam pemandangan umum Fraksi-fraksi atas rancangan peraturan daerah atas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun Anggaran 2024, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa akan memberikan pandangan-pandangan sebagai berikut :

1. Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa mengharap agar Program APBD yang sudah disahkan harus tepat waktu terealisasi diawal tahun 2024

2. Pendidikan menjadi factor utama peradaban dalam suatu daerah, dengan adanya berbagai pendidikan di Kabupaten Sumenep akan juga menumbuhkan perkembangan masyarakatnya terhadap ilmu pengetahuan yang pastinya juga berdampak terhadap perekonomian di daearah Kabupaten Sumenep,maka fraksi PKB menyoroti terhadap kualitas pendidikan yang harus ditingkatkan sehingga lembaga pendidikan yang dimiliki oleh pemerintah terutama di pelosok desa benar-benar dapat mencetak SDM anak didik yang berdaya saing.

3. Sektor Pertanian tak kalah pentingnya juga namun factor pendukung harus disediakan terutama kelangkaan pupuk haruslah benar benar diperhatikan oleh Pemerintah Daerah dengan segera mengambil langkah serius dan bersungguh sungguh untuk mengatasi kelangkaan pupuk melalui kelompok kelompok tani

4. Fraksi PKB juga berharap peningkatan pelayanan Kesehatan yang kini jauh dari Standard Operasional Prosedur (SOP) agar masyarakat merasa nyaman dan benar benar dilayani oleh petugas kesehatan.

“Ini empat pandangan umum yang perlu disampaikan oleh Fraksi PKB. Semua hal yang tertuang dalam pemandangan umum fraksi ini adalah semata-mata wujud nyata keinginan besar kami memajukan daerah yang kita cintai,” ujarnya.

 

 

 

Penulis: Lis
Editor: Bahri

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *