SUMENEP,Lacak.co.id -Anggota DPRD Sumenep terpilih selama empat periode Darul Hasyim Fath mengayun sepeda onthel menuju pelantikan, Rabu(21/8/2024).
Politisi asal Pulau Masalembu ini tetap tampil sederhana dan rendah hati. Usai pelantikan, Darul memilih menaiki sepeda onthel bersama Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI).
Dengan semangat, ia mengayuh sepeda dari Pendopo Bupati menuju gedung DPRD, meski terik matahari dan keringat bercucuran dari Jalan Dr. Soetomo hingga Jalan Trunojoyo.
Legislator asal Kepulauan Masalembu ini terpilih menjadi wakil rakyat bersama dengan 4 anggota lainnya dari daerah pemilihan (Dapil) 7. Mereka adalah Saipur Rahman (PKB), Hosnan (PDI Perjuangan), Ahmad Juhairi (Partai Nasdem) dan Masud Ali (PPP).
Meski sudah empat kali mengemban amanah sebagai wakil rakyat, Darul Hasyim Fath (DHF) tetap tampil low profile saat acara pelantikan.
Pilihannya untuk tetap sederhana patut diapresiasi. Bagi Darul, sepeda onthel adalah simbol kerakyatan, kendaraan yang merakyat sejak zaman VOC hingga kini, meskipun kini jarang ditemui selain di komunitas-komunitas tertentu.
Dengan menggunakan onthel, Darul merasa lebih dekat dengan masyarakat, bisa berinteraksi langsung tanpa sekat. Baginya, memahami kondisi riil dan mendengar aspirasi rakyat adalah esensi dari kerja politik.
“Kami sebagai kader, petugas, dan wakil rakyat harus memastikan kerja-kerja kerakyatan dapat meningkatkan kesejahteraan. Amanah ini harus dijalankan dengan maksimal,” ujar Darul.
Menurutnya, tujuan utama atau visi dari negara bangsa bernama Indonesia ini adalah merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Spesifikly seperti saya misalnya yang mewakili daerah kepulauan sudah barang tentu harus memperjuangkan kepentingan masyarakat pesisir,” ujarnya.
DHF meyakini bahwa disparitas antara daratan dan kepulauan dari berbagai aspek masih terjadi hingga memicu kesalahpahaman. Sebab itu, di masa mendatang dia menginginkan agar para legislator berupaya keras untuk mewujudkan pemerataan, hingga tidak ada lagi perbedaan.
“Tidak ada lagi jarak antara darat dan kepulauan. Itu berarti tidak boleh ada jeda sedetik pun bagi setiap legislator untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat,” tegas politisi senior PDI Perjuangan.
Penulis: Liel
Editor: Bahri









