Pelaku Pencabulan Anak di Sumenep Diamankan Polisi

  • Whatsapp

SUMENEP,Lacak.co.id Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur, Rabu (23/10/2024).

Terduga pelaku berinisial JU (54) warga Desa Talango Kecamatan Talango , kini telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Sumenep.

Peristiwa ini terungkap bermula dari laporan seorang guru berinisial ZA yang mencurigai perubahan perilaku salah satu muridnya sebut saja bunga pada hari Kamis tanggal 19 Oktober 2024, mendatangi rumah korban dan menanyakan alasan ketidakhadirannya di sekolah.

Saat itu, korban akhirnya menceritakan pengalaman pahit yang dialaminya. Bunga mengaku telah beberapa kali menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh pelaku JU.

“Atas pengakuan korban, orang tua kemudian melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian,” kata Kapolres Sumenep AKBP Henri Noveri Santoso melalui Kasat Reskrim AKP Irwan Nugraha.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Resmob Polres Sumenep langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap terduga pelaku di rumahnya pada hari Senin tanggal 21 Oktober 2024.

“Saat diinterogasi, JU mengakui perbuatannya. Ia mengaku telah melakukan pencabulan terhadap NA sebanyak tiga kali. Motif di balik tindakan bejatnya adalah untuk memuaskan nafsu birahinya,” paparnya.

Sebagai barang bukti, polisi berhasil mengamankan sejumlah pakaian korban yang digunakan saat kejadian, seperti baju seragam sekolah, rok, kerudung, dan celana dalam.

Atas perbuatannya, JU dijerat dengan Pasal 81 Ayat (1),(2), dan Pasal 82 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukuman yang menjeratnya cukup berat, yakni penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun,” ancamnya.

Menurut Irwan, kasus ini menjadi pengingat bagi kita semua pentingnya pengawasan terhadap anak-anak, terutama di lingkungan sekolah. Peran guru sebagai sosok yang dipercaya anak sangatlah penting dalam mengidentifikasi tanda-tanda kekerasan seksual pada anak.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap kasus kekerasan terhadap anak. Kepentingan terbaik bagi anak adalah menjadi prioritas utama dalam penanganan kasus ini.

“Polres Sumenep berkomitmen untuk terus berupaya memberantas segala bentuk kejahatan, khususnya kejahatan terhadap anak. Kami berharap kasus ini menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap perlindungan anak,” ujar AKP Irwan.

“Kami akan terus melakukan upaya maksimal untuk mengungkap kasus-kasus serupa dan memberikan perlindungan hukum bagi korban,” janjinya.

 

 

 

Penulis: Lis
Editor: Bahri

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *