SUMENEP,Lacak.co.id – RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Madura, Jawa Timur, berencana akan membuka Poliklinik CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis).
Hal itu bertujuan dalam rangka untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dilingkungan ujung timur pulau Madura.
Direktur RSUD Dr. H. Moh. Anwar Sumenep dr. Erliyati, M. Kes, menyampaikan Poli CAPD ini hadir dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan.
Poli CAPD (Poliklinik Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis) ini poli khusus buat pasien gagal ginjal kronik yang cuci darahnya pakai cairan di perut, bukan pakai mesin di RS.
“Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis cuci darah mandiri di rumah. Jadi tidak perlu sibuk datang ke rumah sakit, ini sangat bermanfaat bagi warga Kepulauan, dan saat ini mulai mempersiapkan searana prasarana, dan kelengkapan lainnya,” kata dr. Erliyati, M. Kes, pada Jum’at (12/06/2026).
Erliyati menjelaskan berdasarkan ilmu medisnya Poli CAPD sistem kerjanya pada prinsipnya selaput perut “peritoneum” dipakai jadi filter alami.
1. Cairan khusus dimasukin ke rongga perut lewat kateter/selang kecil.
2. Cairan itu “nararik” racun + cairan berlebih dari darah selama 4-6 jam.
3. Cairannya dibuang, ganti cairan baru. Dilakuin 4x sehari, sambil aktivitas normal “ambulatory”.
“Beda sama HD/Hemodialisis: HD = cuci darah pakai mesin di RS 2-3x seminggu, 4 jam tiap sesi,” jelas Erliyati.
Lebih lanjut Erli menjelaskan kalau pasien disuruh kontrol ke Poli CAPD, biasanya buat:
1. Training awal:
Ngajarin pasien/keluarga cara ganti cairan CAPD steril di rumah. Ini wajib 1-2 minggu sebelum mulai.
2. Kontrol rutin:
Cek kateter, berat badan, tekanan darah, cek cairan bekas ada infeksi nggak. Biasanya 1x sebulan.
3. Ambil cairan & alat:
Cairan dialisat + kantong + masker ambilnya di farmasi poli CAPD.
4. Cek lab:
Albumin, kreatinin, dll buat lihat efektifitas cucinya.
5. Kalau ada keluhan:
Perut sakit, cairan keruh, demam, lubang kateter merah/nanah → langsung ke Poli CAPD/IGD. Itu tanda peritonitis, gawat.
Perbedaan Poli Hemodialisis/HD dengan Poli CAPD yaitu.
Poli Hemodialisis/HD:
– Tempat cuci darah perlu ke rumah sakit, pakai mesin dan perawatan.
– 2-3x seminggu ke rumah sakit.
– Harus ke rumah sakit sesuai jadwal.
– Risiko tekanan darah drop kejaslng pas HD.
-Pemasangan bikin fistula graft di tangan.
Poli CAPD:
– Tempat cuci darah Rumah, mandiri.
– Tiap hari, 4x ganti cairan.
– Lebih fleksibel, bisa kerja/sekolah.
– Risiko peritonitis/infeksi di perut.
– Pemasangan cukup pasang kateter di perut dulu.
“Poli CAPD biasanya ada di RS tipe B ke atas + RS yang kerja sama BPJS. Nggak semua RS punya. Kalau disini sudah tipe B, jadi disini sudah bisa,” jelasnya.
Perlu diketahui RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep sudah memiliki 16 poli, diantaranya klinik saraf, paru, penyakit dalam, kandungan, jantung, mata, telinga, gigi, bedah, anak, kulit, jiwa, rehab medik dan juga poli nyeri.
Masing-masing poli ditangani dokter spesialis sesuai bidangnya. Misalnya, Poli Mata. Terdapat tiga dokter spesialis mata. Mereka adalah Dr. Yuniar Sarah Ningtiyas, Sp. M. adalah dokter baru yang melengkapi dua dokter spesialis sebelumnya, yaitu dr. Karnidi, Sp. M., dan dr. Fardian Yedasukma, Sp. M.
Poliklinik Gigi dan Mulut juga dilayani tiga dokter spesialis sekaligus. Mereka dokter spesialis konservasi gigi, dr. Ekhtiyanto Cahyadi, Sp.KG, dokter spesialis Kesehatan Gigi Anak, drg. Zainal Arifin, Sp.KGA, dan dokter spesialis gigi periodonsia, drg. Yenniy Ismullah, Sp. Perio.
Penulis: Liel
Editor: Bahri









