Waspada Penyakit TBC, Lebih Berbahaya dari Omicron atau Covid-19

  • Whatsapp

SUMENEP, Lacak.co.id Dinas Kesehatan (Dinkes) dan KB Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menghimbau agar mewaspadai penyakit TBC (Tuberkulosis).

Karena penyakit TBC (Tuberkulosis) juga sangat berbaya dan hingga saat ini kasusnya terbilang masih tinggi.

“Penyakit TBC ini, harus kita waspadai, karena penyakit ini lebih berbahaya dari Omicron/Covid-19,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes dan KB Kabupaten Sumenep, Kusmawati kepada media.

Berdasarkan data di Dinkes dan KB Sumenep tercatat ada 1.824 pasien yang ditemukan positif penyakit TBC (Tuberkulosis). Dan penyakit TBC tersebut tersebar di berbagai kecamatan, dan perkembangannya masih tinggi.

“Total pasien yang berhasil ditemukan sebanyak 1.824 pasien,” kata Kusmawati saat ditemui media.

Kusmawati mengungkapkan sesuai data pada tahun 2020 angka kasus TBC yang ternotifikasi ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep tercatat 1.271 kasus. Namun angka itu, hanya 57% dari 2.200 perkiraan kasus TBC yang ada di Kabupaten Sumenep.

“Angka temuan kasus ini juga mengalami penurunan menjadi 77% jika dibandingkan 2019 di mana capaian penemuan kasus 87%,” ujarnya.

Kesuksesan pengobatanpun baru mencapai 88% masih ada 12% terdiri dari gagal pengobatan, 0,1%, meninggal 5%, drop out 4,6% dan pindah 0,7%. (Dinkes Kabupaten Sumenep, 2020).

Kusmawati juga menjelaskan perbedaan cara penanganan Covid-19 dengan TBC. Karena, keduanya beda penyakit.

“Kalau menurut saya, penanganan Covid-19 itu lebih mudah dari TBC, TBC itu membutuhkan waktu yang lama, dan obatnya juga khusus,” ujarnya.

Lebih lanjut Kusmawati mengatakan pada tahun 2022 penanganan TBC akan dibawah naungan langsung Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Sedangkan obat untuk pasien TBC, akan diberikan secara gratis. Dan mulai direalisasikan pada tahun 2022.

“Paling tidak obat gratis sampai sembuh,” ujarnya.

Kedepan Kusmawati berharap TBC tidak lagi trending, minimal berkurang dari 100 persen. Karena, dengan adanya kader TBC yang sudah dilatih, dimungkinkan ada pasien-pasien TBC baru yang ditemukan. Sebab tugas para kader, memang mencari masyarakat yang diduga menderita TBC.

“Kalau peningkatan insya Allah pasti ada, tapi mudah-mudahan tidak sampai 100%,” pungkasnya.

 

Reporter : Media Center
Editor : Ari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *