Ketua Kartar Sumenep Dituding Tidak Profesional Jalankan Organisasi

  • Whatsapp

SUMENEP, Lacak.co.id Internal Kartar Sumenep bergolak, Ketua Karang Taruna (Kartar) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dituding tidak profesional dalam urusan administrasi dan manajerial organisasi.

Ketua Bidang Kesejahteraan Sosial Karang Taruna Kabupaten Sumenep, Mas’udi mengaku selama ini di Kartar dirinya sangat menyayangkan ketika melihat Ketua setiap kali ugal-ugalan dan sering menyepelekan banyak hal.

Bacaan Lainnya

“Saya melihat pada diri Ketua Kartar seperti tidak adanya pertanggungjawaban kegiatan hari bhakti yang ke 62 kemarin. Ini kan bahaya ketika organisasi kepemudaan ini tidak tertib administrasi? kalau dari dini sudah dibiasakan demikian, bagaimana jika mengelola anggaran besar,” ujarnya.

Dalam hal itu padahal sudah jelas termaktub dalam pasal 7 Permensos nomor 25 tahun 2019 tentang karang taruna, memiliki fungsi administrasi dan manajerial.

Dan pasal berikutnya juga sudah dijelaskan pada administrasi dan manajerial sebagaimana dimaksud merupakan penyelenggaraan keorganisasian dan administrasi kesejahteraan sosial karang taruna.

Dan amat disayangkan, ketika ketua itu mendemo Disperindag terkait pasar Sumenep, sebab itu adalah pembangkangan. Karena berdasarkan Permensos tersebut, setiap kepala instansi atau OPD adalah pembina teknis.

“Kepala OPD itu adalah pembina teknis, sudah masuk kategori membangkang juga terhadap pembina umum (Bupati Sumenep) karena kita sudah berbicara tentang birokrasi,” tegasnya.

Bahkan, yang sangat miris menurut dia, ada pula dugaan penyalahgunaan wewenang yang mana ketua sudah melabrak permensos tentang karang taruna melalui ad/art organisasi.

“ini yang akan saya haturkan ke pembina umum melalui surat, sehingga hal tersebut dapat segera kita bahas di temu karya. Intinya Mosi Tidak Percaya,” tuturnya.

Hal senada dilontarkan Anggota Karang Taruna Sumenep Ridwan, bahwa ketua dinilai sudah offside dengan tindakan yang dilakukan, karena posisinya dia sudah tau dan harusnya mendukung program pemerintah bukan melakukan demo seperti halnya demo kemarin.

“Itu sudah lepas dari tupoksinya sebagai Ketua Kartar harusnya membina memberikan sebuah karya terhadap karang taruna di desa-desa itu, membina memberikan edukasi,” ucap Ridwan.

Dengan demikian, Pihkanya meminta untuk transparan terhadap anggota untuk pertanggungjawaban kepada anggota. agar semua bisa berjalan sesuai poksi masing masing.

“kalau ada Mosi Tidak Percaya saya mendukung selagi itu untuk memajukan karang taruna Sumenep dan nanti tergantung kepada teman teman Anggota yang lain, lihat saja nanti,” tandasnya.

 

 

Reporter : Rd
Editor : Ari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *