SURABAYA, Lacak.co.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim menggandeng Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) perwakilan Jawa Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa) menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-46, Sabtu (12/11/2022).
Kegiatan yang berlangsung di Aula PWI Jatim, Jl Taman Apsari 15-17 Surabaya, dengan tema “Menuju wartawan yang Profesional dan Kompeten” berlangsung selama dua hari mulai tanggal 12-13 November 2022.
Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Halim, dalam sambutannya mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk mendorong wartawan yang ada di wilayah Jawa Timur untuk menjadi wartawan yang berkompeten, dan taat pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ) sehingga hasil karya setiap wartawan dapat dipertanggungjawabkan.
Apa yang dilakukan Dewan Pers dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pers melalui sejumlah kebijakan seperti penyelenggaraan Uji kompetensi wartawan atau sertifikasi perusahaan pers harus didukung oleh pemerintah daerah.
“Kualifikasi UKW kali ini meliputi wartawan Muda, Madya dan Utama. Di ikuti oleh wartawan dari berbagai daerah diantaranya dari Sumenep, Pamekasan, Tuban, Lamongan. Latar belakang wartawan yang mengikuti UKW dari media cetak dan online,” ujarnya.

“Kami terimaksih kepada SKK Migas, dan saat ini kita (PWI) sudah melaksanakan UKW angkatan ke-46, dengan harapan semua peserta bisa dinyatakan kompeten,” tambahnya.
Sementara Kepala Humas SKK Migas Perwakilan Jabanusa, Nur Wahidi dengan diwakili Humas SKK Migas perwakilan Jabanusa, Amni Nadya, menyampaikan permohonan maaf karena Kepala Humas tidak bisa hadir dalam acara UKW angkatan ke – 46 2022.

“Sebelumnya mohon maaf, Saya mewakili kepala Humas SKK Migas Perwakilan Jabanusa, Bapak Nur Wahidi yang saat ini belum bisa hadir secara langsung pada acara UKW hari ini. Karena Bapak ada acara di luar kota yang tidak bisa diwakili,” kata Amni Nadya, saat memberikan sambutan.
Nadya, juga mengatakan UKW ini adalah upaya SKK Migas Jabanusa bersama PWI Jatim menekan atau meminimalisir wartawan abal-abal. Sehingga melahirkan wartawan yang kompeten dan mampu melahirkan karya jurnalistik yang baik.
“Dengan bertambahnya wartawan yang kompeten, tentu akan semakin banyak penulis yang profesional, disinilah tujuan kami (SKK Migas.red) bersama PWI jatim. Sampai saat ini berdasarkan media pantau kami, pemeberitaan hoax itu hanya berada diangka 1 persen, 9 persen netral, dan 90 persen positif,” ungkapnya.
“SKK Migas perwakilan Jabanusa membuka ruang bagi para meia untuk melakukan konfirmasi, sehingga apa yang nantinya ditulis sesuai fakta yang ada berdasarkan keterangan resmi,” paparnya.
Reporter : Ari
Editor : Bahri









