Jelang Konferwil Pergunu Jatim, PC Pergunu Sumenep Akan Perjuangkan Tunjangan Guru Swasta

  • Whatsapp

SUMENEP, Lacak.co.id Menjelang Konferensi Wilayah (Konferwil) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Timur, yang akan dilaksanakan pada Minggu (18/12/2022) di PP. Amanatul Ummah Pacet Mojokerto.

Ketua Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PC Pergunu) Sumenep, Muhammad Sholeh mengaku akan memperjuangkan tunjangan guru swasta di sumenep.

“Jelang Konferwil PERGUNU Jawa Timur ini yang akan diperjuangkan oleh PC Pergunu Sumenep ada tiga, pertama tunjangan untuk guru-guru swasta SMA/SMK/MA dari Pemprov, kedua keberlanjutan program BPOPP untuk Madrasah Aliyah, dan ketiga akreditasi kelembagaan Pergunu pada semua tingkatan,” kata Muhammad Sholeh, Sabtu (17/12/2022).

Manurut Muhammad Sholeh untuk yang tunjangan bagi guru SMA dan SMK swasta mulai ada pelimpahan kewenangan dari kabupaten ke provinsi, artinya tidak ada lagi tunjangan kepada guru-guru swasta ditingkatan SMA dan SMK.

“Maka dari itu kami ingin memperjuangkan itu agar guru-guru SMA dan SMK swasta itu juga mendapatkan tunjangan, kesejahteraan mereka bertambah, kalau ditingkat kabupaten yang rata-rata atau umum itu biasanya ada bantuan dari Pemkab, dan itu hanya sampai tingkatan SMP dan MTS, kalau tingkatan MA, SMA dan SMK tidak ada,” katanya.

Kemudian bagaimana keberlanjutan Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) untuk Madrasah Aliyah terus berlanjut, walaupun secara regulasi masih bernama Hibah.

“Hibah ini dapatnya dua tahun sekali, tidak bisa setiap tahun, harapan kami bagaimana ini aturannya menjadi bukan hibah lagi, tetapi sifatnya bantuan sama dengan SMA dan SMK, untuk Madrasah Aliyah,” ujarnya.

“Mengapa demikian, karena terkait dengan keadilan, Madrasah Aliyah dan murid-murid yang sekolah di Madrasah Aliyah itu juga masyarakat Jawa Timur yang juga punya hak untuk mendapatkan porsi yang adil dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” tegasnya.

Sementara tentang akreditasi kelembagaan Pergunu pada semua tingkatan diharapkan lembaga atau organisasi Pergunu betul-betul bergerak di semua tingkatan.

“Jadi, tidak hanya ter SK saja, tetapi tidak ada kegiatan, dengan akreditasi ini bagaimana masing-masing organisasi Pergunu khususnya di Jawa Timur itu, mereka juga berkegiatan, kemudian memberikan manfaat kepada guru-guru yang memang bergabung di Pergunu,” harapnya.

“Agar fungsi dari organisasi profesi guru ini benar-benar difungsikan. Jadi, tidak sekedar mereka bergabung kemudian mereka tidak dapat apa-apa. Fungsi pelayanan disini yang perlu kita tekankan, dengan akreditasi kelembagaan ini diharapkan bagaimana Pergunu bisa maksimal melayani kebutuhan guru-guru yang menjadi anggota Pergunu,” tambahnya.

 

 

 

Reporter : Liela
Editor : Bahri

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *