Monitoring Coklit, KPU ; Ada Pemilih Satu KK Beda TPS

  • Whatsapp

SUMENEP, Lacak.co.id Tahapan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 memasuki masa pencocokan dan penelitian pemilih yang dimulai 12 Februari hingga 14 Maret 2023.

Total sebanyak 3855 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) yang tersebar di 334 Desa dan Kelurahan di Sumenep dibentuk KPU untuk melakukan coklit
Komisioner KPU Sumenep Devisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Rofiqi mengatakan, pihaknya melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan coklit.

Bacaan Lainnya

Hal itu dilakukan supaya proses penyusunan data pemilih untuk Pemilu 2024 berjalan maksimal.

”Kami Komisioner KPU turun ke Kecamatan-Kecamatan mendatangi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Desa Desa serta Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) secara sampel untuk melakukan monitoring,” kata Komisioner KPU Sumenep Devisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Rofiqi, Rabu (22/2/2023).

Menurutnya, hingga 10 Hari pelaksanaan Coklit yang dimulai 12 Februari, rata-rata diatas 50 persen. Bahkan ada sebagian terutama di daerah padat penduduk mencapai 100 persen pendataannya mencakup wilayah TPS tersebut.

”Kendala dilapangan umumnya ada data pemilih dalam satu Kartu Keluarga (KK) berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berbeda, sehingga perlu disatukan menjadi satu TPS,” ungkapnya.

Rofiqi mengemukakan, terhadap data pemilih beda TPS atau tercatat di antar Pantarlih itu nantinya PPS diminta untuk mengumpulkan Pantarlih guna mensingkronkan data tersebut. KPU akan terus melakukan monitoring dan meminta laporan harian terhadap hasil coklit Pantarlih.

”Dalam monitoring juga kami cek laporan hariannya pada masing-masing Pantarlih secara sample tersebut. Untuk yang lainnya sudah sesuai prosedur misalnya Pantarlih harus pakai rompi ketika coklit,” pungkasnya.

 

 

Reporter : Rd
Editor : Bahri

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *