Tolak Reklamasi, ARB Bersama Warga Gersik Putih Gelar Festival Rakyat di Kantor Bupati

  • Whatsapp

SUMENEP, Lacak.co.id Sekitar 40 aktivis Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) dan warga Gersik Putih, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar Festival Rakyat dengan tema “Kolonialisasi Pesisir Rakus Pembangunan” di area Kantor Bupati, Jumat (2/6/2023) malam.

Aksi tersebut merupakan kedua kalinya dilakukan ARB bersama warga dalam menolak rencana reklamasi laut untuk dibangun tambak garam dikawasan pantai Desa Gersik Putih.

Bacaan Lainnya

Berbagai penampilan dipertunjukkan dalam Festival Rakyat mulai puisi, lagu lagu perjuangan, hingga orasi. Intinya mereka mengecam keras segala bentuk rencana eksploitasi laut dengan direklamasi untuk dibangun tambak garam di kawasan pantai Gersik Putih oleh investor yang difasilitasi Desa.

Mereka juga menggugat Pemkab Sumenep karena dinilai tidak serius menangani polemik reklamasi tersebut.

”Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menjalankan misi-misi kerakyatan dalam menolak pembangunan tambak garam ilegal di Gersik Putih, Gapura,” terang Koordinator ARB Sumenep Muhammad Muhsin.

Ia mengemukakan, dalam festival ini terdapat beberapa penampilan dari kawan-kawan dalam menyuarakan keadilan. Bahkan, katanya, lagu-lagu perjuangan dinyanyikan untuk membangkitkan perlawanan.

“Terdapat pembacaan naskah perlawanan, baca puisi, dan pernyataan sikap dari kawan-kawan ARB,” ucapnya.

ARB dan Warga Gersik Putih secara tegas menolak reklamasi laut untuk pembangunan tambak garam ilegal di Gersik Putih, Gapura. Termasuk juga menolak privatisasi laut atas nama pribadi.

“Badan Pertanahan Sumenep (BPN) Sumenep dalam hal ini harus segera mencabut Sertifikat Hak Milik (SHM). Kemudian, Pemkab Sumenep harus lebih berpihak pada rakyat,” terangnya.

Ketua RT 01 RW 01 Dusun Tapakerbau, Desa Gersik Putih, Gapura Ahmad Shiddiq menambahkan, alasan kenapa pihaknya terus melakukan penolakan pembangunan tambak garam yakni karena faktor ideologi, ekologi, dan ekonomi.

“Selain masyarakat akan kehilangan mata pencaharian. Pun juga akan dihadapkan dengan bencana-bencana alam,” ujarnya.

Pihaknya berharap, Pemkab Sumenep dapat berpihak pada kepentingan rakyat. “Kami hanya mempertahankan nasib dan kehidupan anak cucu kami,” imbuhnya.

 

 

 

Penulis : Oong
Editor : Rd

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *