Diduga Gagal Peras Anggota DPRD Rp. 50 Juta, Gagas Nusantara Lalukan Demo

  • Whatsapp

SUMENEP,Lacak.co.id Sungguh memalukan apa yang dilakukan Lembaga Hukum Gagas Nusantara. Setelah diduga gagal melakukan pemerasan kepada oknum DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, mereka menggelar aksi ke kantor dewan hari ini (9/12/2024).

Dugaan pemerasan itu diungkap oleh aktivis LSM Sumenep Independen (SI) Sahrul Gunawan, dalam keterangan pers yang disampaikan kepada media, dia menyebut aksi LSM Gagas Nusantara sebagai tindakan memalukan.

“Naif jadinya, minta uang tebusan gagal langsung gelar demonstrasi. LSM begini membuat citra kita semua hancur,” katanya.

Ditanya soal besaran uang yang diminta, Sahrul mengungkapkan bahwa nilainya fantastis. Yakni, diduga sampai Rp 50 juta, dengan imbal balik apa yang disebut sebagai foto syur oleh oknum DPRD diamankan dan tidak menggelar aksi demonstrasi.

Untuk meyakinkannya, Sahrul menunjukkan bukti rekaman dari salah seorang berinisial OK. Diyakini OK merupakan senior dari Direktur Lembaga Hukum Gagas Nusantara Hasyim Kafani.

“Ros, area nak kanakna minta saeket, hasil rembuk dari cakancana. Area ngantosa kaber sampe deggik malem, mun lakar iye deggik malem epaburunga sewanah pikap moso sewana sound system. Soalla mare ma deal polana, mon lakar iye epaburenga deggik malem,”

(Ros, ini anak-anaknya minta Rp 50 juta, hasil rembuk dari teman-temannya. Ini mau menunggu sampai nanti malam, kalau iya nanti malam digagalkan sewa pikap dan sewa sound system. Karena sudah mengedilkan, kalau memang iya akan digagalkan nanti malam, Red: Bahasa Madura)

Sahrul mengakui, pesan suara tersebut sudah berseliweran di aplikasi WA. Sehingga ketika LSM Gagas Nusantara menggelar aksi demonstrasi menjadi lucu dan geli. “Jadi, karena tidak dapat uang lalu demo. Enak sekali cari uangnya dengan menakut-nakuti orang,” bebernya.

Ditanya perihal dugaan foto syur sebagaimana dimaksudkan LSM Gagas Nusantara, Sahrul mempersilahkan jika memang ada bukti. Tetapi, bukti dimaksud harus diuji dulu, apakah benar syur dalam arti beradegan dewasa, atau sekedar foto dengan perempuan.

“Saya dengar fotonya ya cipika cipiki, ada yang pelukan, katanya ada ciuman. Selama itu milik pribadi, seharusnya bukan konsumsi publik. Apalagi, saya dengar foto dengan mantan istri sirinya, jadi sangat pribadi,” ungkapnya.

Sebelumnya, Lembaga Hukum Gagas Nusantara berkirim surat ke DPRD Sumenep dan DPC PKB Sumenep. Isinya, berkaitan pemberitahuan aksi hari ini. Mereka menuntut oknum DPRD diduga berfoto syur ditindak tegas.

Sebelum surat dimaksud sampai ke pihak terkait, sejumlah pihak mencoba mediasi. Namun, info yang diterima pihak LSM Gagas Nusantara melalui OK yang diyakini oknum pengacara mematok harga Rp 50 juta untuk foto syur dimaksud.

Ditempat lain, pantauan media Lacak.co.id massa aksi hanya enam orang yang melakukan aksi demontrasi, padahal dalam surat pemberitahuan mencapai 100 orang yang akan melakukan aksi demontrasi ke gedung DPRD Sumenep.

Sampai berita ini diterbitkan aksi demontrasi yang dilakukan oleh Lembaga Hukum Gagas Nusantara masih berlangsung. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *