Pemkab Sumenep Gerak Cepat Lawan KLB Campak dengan Imunisasi Massal

  • Whatsapp

SUMENEP,Lacak.co.id Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, bergerak cepat dalam menangani Kejadian Luar Biasa (KLB) campak, Rabu (04/09/2025).

Berdasarkan data yang dihimpun media hingga akhir Agustus 2025 tercatat menelan 20 korban jiwa dari 2.434 kasus di Sumenep.

Bacaan Lainnya

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak ini tidak bisa dibiarkan, dan harus segera dilawan.

Ia menegaskan bahwa imunisasi massal melalui program Outbreak Response Immunization (ORI) menjadi langkah utama, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat sebagai kunci keberhasilan.

“Kita terus bergerak cepat untuk mengimunisasi masyarakat, karena ini menyangkut kepentingan kesehatan bersama,” tegasnya.

Pihaknya mengaku sudah bersama tokoh masyarakat terus menyampaikan bahwa imunisasi sangat penting untuk anak-anak. Bahwa Outbreak Response Immunization (ORI) tidak hanya difokuskan pada penghentian penyebaran campak, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan capaian imunisasi secara keseluruhan.

“Dengan ORI, ke depan, anak-anak Sumenep memiliki imun yang kuat, sehingga lebih terlindungi dari berbagai penyakit menular,” paparnya.

Orang nomor satu di kabupaten Sumenep itu menyadari masih ada warga yang ragu bahkan menolak imunisasi karena terpengaruh kabar bohong.

Untuk itu, Pemkab mengedepankan pendekatan kultural dengan melibatkan kiai, tokoh agama, dan kader kesehatan di akar rumput.

“Imunisasi bukan pilihan, melainkan kebutuhan, ini yang perlu kami sampaikan kepada masyarakat, agar semuanya bisa paham betapa pentingnya imunisasi,” tegasnya.

Selain itu, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, menyoroti pentingnya percepatan layanan laboratorium kesehatan di Madura.

Dan menegaskan pentingnya percepatan imunisasi agar kasus segera terkendali.

“Target kita dalam dua minggu semua anak sudah diimunisasi. Jangan sampai ada lagi korban hanya karena masyarakat termakan hoaks,” katanya.

 

Penulis: Liel
Editor: Bahri

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *