Gandeng Pemuda, DPR RI MH. Said Abdullah Gelar Sosialisasi Empat Pilar

  • Whatsapp

SUMENEP,Lacak.co.id Anggota DPR RI Dapil Jawa Timur XI (Madura), MH. Said Abdullah, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Selasa (23/12/2025) sore.

Kegiatan yang berlangsung di Meeting Room Arya Wiraraja, Hotel de Baghraf, Kabupaten Sumenep, itu menyasar kalangan mahasiswa dan pemuda sebagai peserta utama.

Bacaan Lainnya

Acara berlangsung dengan suasana diskusi yang hidup dan partisipatif ini berlangsung selama dua hari. Pada kegiatan hari kedua ini tidak sekadar menyampaikan materi, melainkan membuka ruang dialog kritis bersama peserta.

Berbeda dari pola sosialisasi formal, forum ini dirancang interaktif. Peserta, yang mayoritas pemuda, aktif berdiskusi langsung dengan para narasumber mengenai tantangan dan praktik nyata dalam mengimplementasikan nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen MH Said Abdullah dalam memperkuat fondasi kebangsaan, khususnya di kalangan generasi muda.

Narasumber Khairul Umam menekankan bahwa diskusi menjadi kunci agar Empat Pilar tidak berhenti sebagai konsep normatif. Menurutnya, nilai kebangsaan harus dihidupkan melalui praktik sosial yang nyata.

“Kalau hanya dihafalkan, nilai kebangsaan akan rapuh. Diskusi seperti ini penting agar pemuda berani berpikir, berproses, dan mengambil peran nyata di masyarakat,” ujarnya dalam sesi dialog bersama peserta.

Dalam diskusi tersebut, Khairul Umam juga mendorong pemuda untuk membuka ruang komunikasi lintas perbedaan, termasuk perbedaan pandangan politik dan identitas sosial. Ia menilai pembatasan relasi justru melemahkan semangat kebangsaan.

“Diskusi kebangsaan harus datang dari semua arah. Kalau kita menutup diri karena perbedaan warna politik, kita akan sulit berkembang. Empat Pilar harus menjadi pedoman etis, bukan slogan,” tegasnya.

Sementara itu, narasumber Ahmad Wasil menyoroti bahwa diskusi menjadi penting karena Empat Pilar belum sepenuhnya diterapkan dalam kehidupan nyata. Menurutnya, tantangan kebangsaan terus berubah, sehingga pemahaman kritis harus terus diperbarui.

“Kalau Empat Pilar sudah benar-benar dijalankan, mungkin kita tidak perlu terus membicarakannya. Tapi realitanya, banyak yang masih berhenti di teori,” jelasnya saat menanggapi pertanyaan peserta.

Ahmad Wasil juga menekankan pentingnya ruang diskusi informal, seperti obrolan di warung kopi, sebagai tempat menguji dan mengembangkan nilai kebangsaan secara kontekstual.

“Di ruang-ruang sederhana itulah nilai kebangsaan diuji. Pemuda harus progresif, punya inisiatif, dan berani menjadi motor penggerak,” paparnya.

Diskusi ini turut didampingi dua tenaga ahli MH. Said Abdullah, yakni Moh. Fauzi, M.Pd., dan Slamet Hidayat, S.H., yang menegaskan bahwa sosialisasi Empat Pilar harus dilakukan secara berkelanjutan dan dialogis agar relevan dengan realitas generasi muda.

Melalui pendekatan diskusi yang terbuka dan kritis, sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini tidak hanya memperkuat pemahaman peserta, tetapi juga mendorong pemuda untuk menghidupkan nilai-nilai kebangsaan dalam praktik sosial sehari-hari.

 

Penulis: Lis
Editor: Bahri

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *