SUMENEP, Lacak.co.id – Nelayan di Kepulauan Sapeken, Sumenep, Madura, Jawa Timur mengeluh. Pasalnya, selama beberapa hari terakhir ini mereka kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) khususnya jenis solar.
Akibatnya, aktivitas mereka dalam menangkap ikan terganggu. Bahkan, sebagian nelayan terpaksa memilih tidak melaut.
“Bagaimana mau menangkap ikan, cari solar saja susah. Nelayan disini semuanya menggunakan perahu mesin,” ungkap Bacuk, salah seorang nelayan asal Pulau Sapeken, Senin (21/2/2022).
Menurutnya, kelangkaan BBM khususnya solar yang dikeluhkan para nelayan didaerahnya sudah terjadi satu pekan lebih. Bahkan, stok di Agen Premium Minyak dan Solar (APMS) di Sapeken habis.
“Kabarnya di bulan ini ada pengiriman (dari Pertamina ke APMS, red). Cuma pada hari Jum’at 18 Februari kemarin, kami menyuruh ABK membeli ke APMS katanya sudah habis,” ungkapnya.
Pihaknya harus mencari BBM ke Pulau lain demi bisa melaut walaupun dengan harga mahal. Biasanya harga solar Rp. 6 ribu hingga 6 ribu 500 per liter.
“Tapi, di Pulau laon harganya lebih mahal Rp. 7 ribu 500 per liter. Mahal, tapi mau bagaimana lagi daripada tidak melaut,” ucapnya.
Sementara itu, pengelola APMS 56.694.06 Kecamatan Sapeken, Ardi mengungkapkan, kelangkaan solar diwilayahnya karena pengiriman dari pertamina di Februari ini tidak lancar. Kapal tangker yang biasa mengangkut BBM oleh pertamina ke APMS rusak.
“Seandainya pengirimannya lancar, mungkin tidak akan langka seperti ini,” ucapnya.
Ardi menyebutkan, dalam sebulan pagu solar yang diterima biasanya 152 ton. Namun hingga memasuki akhir bulan di Februari ini, solar yang terkirim baru 40 ton.
“Biasanya diakhir bulan ini sudah mencapai 100 ton lebih, sedangkan bulan ini baru 40 ton. Tapi, satu ada dua hari ini, sudah ada pengiriman kembali dari Pertamina,” jelasnya.
Ardi juga menjamin untuk wilayah Pulau Sapeken Harga Eceran Tertingginya (HET) BBM jenis solar Rp. 6 ribu 500. Kemudian, di luar Pulau Sapeken bisa mencapai Rp. 7 ribu per liter karena ada biaya transportasi.
“Jadi tidak benar, kalau APMS bermain-main dalam soal harga BBM. Silahkan laporkan kalau misalnya kami atau ada sub penyalur BBM di Pulau-Pulau lain yang mempermainkan harga dengan menjual solar diatas ketentuan,” pintanya.
Reporter : Ical
Editor : Ari









