SUMENEP, Lacak.co.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumenep, Madura, Jawa Timur gencar melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak supaya penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) didaerahnya tidak meluas.
Pemberian dosis vaksin untuk memperkebal supaya hewan ternak tidak terpapar penyakit menular tersebut.
”Hari ini, kegiatannya di Desa-Desa diwilayah Batuan. Targetnya 100 sapi untuk hari ini yang diberi dosis vaksin,” terang salah satu vaksinator DKPP Sumenep, drh. Medi Nova Wahyudi.

Menurut Medi, setiap hari Timnya berkeliling untuk menuntaskan program vaksinasi PMK ke desa desa. Tekhnisnya, paramedis dan penyuluh yang mendatangi para peternak menyampaikan program vaksinasi PMK, kemudian Timnya turun ke lokai.
”Adapun sapi yang boleh divaksin harus memenuhi beberapa syarat diantaranya minimal sapi berumur 2 bulan ke atas atau lepas sapih dan kondisinya harus sehat,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan DKPP Sumenep, Sulfa menjelaskan, Instansinya memang rutin menyisir daerah atau Kecamatan terdampak PMK guna memberikan vaksin pada hewan ternak khususnya sapi. DKPP menargetkan 3 ribu dosis vaksin harus selesai hingga 5 Juli 2022.
”Ini baru tahap pertama, kemudian ada lagi tahap berikutnya untuk kegiatan vaksinasi PMK,” jelasnya.
Saat ini DKPP masih mengajukan tambahan vaksin ke Pemprov Jawa Timur, mengingat jumlah vaksinasi yang diterima, masih jauh dari kebutuhan. Berdasarkan data yang ada, jumlah sapi di Sumenep mencapai 383.961 ekor.
Reporter : Rd
Editor : Ari









