DPMD Sumenep Dorong Peningkatan Ekonomi Desa Melalui BUMDes

  • Whatsapp

SUMENEP, Lacak.co.id Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, Madura, Jawa Timur, mendorong peningkatan ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Rabu (21/9/202)

Kepala DPMD Sumenep Anwar Syahroni dirinya berkomitmen mendorong peningkatan ekonomi desa melalui BUMDes yang sudah bagus dan mampu memanfaatkan potensi desanya secara maksimal.

Bacaan Lainnya

Namun, lanjut Syahroni, berkenaan dengan Peraturan Pemerintah terkait BUMDes yang dialihkan menjadi badan hukum, pihaknya mengimbau kepada Pemerintah Daerah yang belum memiliki sertifikat hukum untuk segera mengurusnya.

“DPMD Sumenep mendorong itu. Bagaimana sekarang ini supaya kelembagaanya dulu kuat, personal-personalnya, pengurusnya kemudian secara lembaga hukum, bagaimana rencana kerjanya,” jelasnya.

Mantap Sekretaris KPU Sumenep itu menegaskan setiap desa diberi kesempatan untuk mengolah dan mengelola potensi yang dimiliki sebagai sarana untuk menguatkan perekonomian desa.

“Pada dasarnya, pengadaan BUMDes ini dimaksudkan untuk mengembangkan produktivitas desa. Ada beberapa desa yang memiliki peluang ekonomi di bidang pariwisata. Potensi ini perlu dikelola dengan baik supaya bisa memberikan nilai lebih kepada desa tersebut,” ujarnya.

Sedangkan potensi desa tidak hanya terbatas di bidang pariwisata. Masing-masing desa memiliki potensi ekonomi yang berbeda. Jika memungkinkan dalam hal perikanan, pihaknya akan senantiasa mendukung pengembangan usaha tersebut.

“Kami akan terus mendorong BUMDes sebagai upaya penguatan ekonomi desa dengan menjalin kerajasama di berbagai lini. Kami sudah koordinasi dengan beberapa perguruan tinggi. Kemarin saya dengan Al-Amien, bagaimana KKN mereka bisa memberikan rekomendasi kepada pemerintah desa terkait potensi desa,” pungkasnya.

Menurut Anwar alokasi dana desa (ADD) untuk pembangunan desa yang mencapai triliunan rupiah telah menunjukkan progress yang cukup signifikan. Mengacu kepada IDM (Indeks Desa Membangun). Pada tahun 2019 masih belum bisa punya desa mandiri.

“Tahun 2021 kita sudah punya satu desa mandiri. Di 2022 ini kita sudah punya 7 desa mandiri. Artinya dari IDM itu adanya progres yang baik,” ujarnya.

 

 

Reporter : Rd
Editor : Bahri

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *