SUMENEP, Lacak.co.id – Para perantau Kabupaten Sumenep yang tergabung dalam Mutiara Bangsa Sumenep (MABES) menggelar rembuk rantau pada kamis (11/5/2023).
Acara ini yang diletakkan di Gedung Ki Hajar Dewantara Kabupaten Sumenep berjalan dengan hikmat dan lancar. Dimulai dengan penampilan paduan laskar karteka dilanjutkan dengan peragaan pencak silat sekera muda serta penampilan tari tradisional kabupaten Sumenep tari muang sangkal dari sanggar bintang sembilan.
Rembuk rantau ini mengangkat tema “Guyub rukun pemuda sumenep dalam meningkatkan kondusifitas, stabilitas ekonomi, dan peningkatan usaha mikro” dengan pemateri ketua komisi V DPRD kabupaten Sumenep Akis Jasuli dan Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) kabupaten sumenep Chairul Rasyid.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi dalam sambutanya yang diwakilkan oleh Chairul Rasyid meminta maaf yang sebesar-besarnya tidak dapat berjumpa langsung dikarekan sedang ada acara diluar kota, serta mengapresiasi kegiatan rembut rantau ini.
“Kami atas nama pemerintah kabupaten Sumenep mengucapkan banyak terimakasih dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus mutiara bangsa Sumenep” ujarnya.
Bupati Sumenep juga berpesan bahwa rembut rantau ini merupakan langkah strategis demi menguatkan dan menjaga silaturahmi masyarakat rantau yang tersebar di berbagai daerah sebagai satu kesatuan masyarakat kabupaten Sumenep.
“Ini merupakan langkah strategis demi menjadi dan menguatkan silaturahmi masyarakat rantau yang tersebar diberbagai daerah sebagai satu kesatuan masyarakat kabupaten Sumenep,” ujarnya.
Sementara Ketua umum MABES MH. Eliyantos, SH dalam sambutanya menyampaikan terima kasih kepada pemateri, panitia, anggota, serta undangan yang terlah mengahadiri acara tersebut.
Selanjutnya eliyanto menyampaikan permasalahan yang sering kali dialami oleh masyarakat rantau, yaitu sering kali mendapatkan intimidasi dari ormas atau kelompok diluar madura.
Maka dari hal itu Eliyanto meminta kepada pemerintah Kabupaten Sumenep untuk bersinergi dalam melakukan pelayanan bantuan hukum bagi masyarakat Sumenep yang ada di perantauan.
“Kami minta pemerintah kabupaten Sumenep untuk bersinergi dalam memberikan pelayanan bantuan hukum bagi masyarakat Sumenep di perantauan,” harapnya.
Selanjutnya Eliyanto juga meminta kepada pemerintah kabupaten Sumenep untuk memberikan pelayanan sosial bagi masyarakat Sumenep di perantauan jika ada masyarakat yang membutuhkan ambulan dengan menyiapkan ambulance gratis.
“Sinergi yang juga kami inginkan bagaimana kabupaten juga memberikan layanan ambulan gratis bagi kami diperantauan apa bila ada keluarga atau anggota kami yang membutuhkan pelayanan ambulan,” ujarnya.
Eli menambahkan bahwa mabes mulai dari 2019 sampai sekarang memberikan pelayanan ambulan kepada masyarakat rantau yang membutuhkan ambulan dengan harga setengah dari harga rumah sakit.
“Mulai dari 2019 sampai 2023 Alhamdulillah kami memberikan pelayanan ambulan meskipun tidak gratis namun harganya setengah dari harga rumah sakit,” tuturnya.
Terakhir eliyanto menyampaikan bahwa agar pemerintah memberikan pelayanan pinjaman untuk modal usaha dengan bunga kecil atau bahkan 0 persen untuk masyarakat rantau.
“Bagaimana kami yang ada diperantau diberikan bantuan modal meskipun tidak cuma-cuma atau 0 persen paling tidak dengan bunga yang rendah,” pungkasnya.
Acara ini dilanjutkan dengan dialog interaktif dengan ketua komisi V DPRD kabupaten Sumenep dan kepala Disperindag kabupaten Sumenep dan ditutup dengan hiburan musik elekton.
Penulis : Oong
Editor : Bahri









