Achsanul Qosasi Beberkan 4 Alasan Madura Layak Jadi Kawasan Ekonomi Khusus Tembakau

  • Whatsapp

SUMENEP,Lacak.co.id Ketua Yayasan Kudsiyah Bahaudin Mudhary Prof. Achsanul Qosasi membeberkan empat alasan Pulau Madura layak dijadikan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau.

Empat alasan itu disampaikan pada Prof. Achsanul pada Pelantikan Pengurus dan Dialog Publik PWI Sumenep 2025-2028 bertajuk “Mengawal Percepatan Pembangunan dan Ekonomi Madura” di Pendopo Agung Keraton, Rabu (26/11/2025).

Bacaan Lainnya

Prof. Achsanul menjelaskan KEK Tembakau sebagai bentuk kekesalan dan protes warga Madura lantaran harga pembelian tembakau tidak berpihak kepada petani.

“KEK Tembakau ini merupakan solusi atas protes dan kekesalan yang muncul dari ide dan pemikiran warga Madura sendiri,” ucapnya, Rabu (26/11/2025).

Presiden Madura United FC itu mengatakan bahwa Madura laik dijadikan KEK Tembakau karena menjadi produsen tembakau terbanyak di skala nasional.

“Penduduk Madura mayoritas petani tembakau dan garam. Kita bisa melihat itu dari ujung timur Pulau Madura, yakni Sumenep, hingga ke Bangkalan. Negara harusnya berterima kasih dan mengapresiasi warga Madura,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Prof. AQ, tembakau dan hasil industri tembakau menjadi sumber kehidupan dan penghidupan warga Madura.

“Madura dibatasi oleh kawasan yang jelas sehingga mudah untuk dilakukan pengawasan,” terangnya.

Prof. AQ menjelaskan bahwa menjadikan Madura sebagai KEK Tembakau sebenarnya telah mewujudkan salah satu asta cita Presiden RI Prabowo Subianto dan Wapres RI Gibran Rakabuming Raka.

“Asta cita itu yakni meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif dan melanjutkan pengembangan infrastruktur,” ujarnya.

Ayah dari Annisa Zhafarina itu mengatakan bahwa KEK Madura akan menjadi intermediary atau perantara antara eksekutor yakni petani, pengusaha tembakau dan pengusaha rokok dengan regulator yakni pemerintah kabupaten dan provinsi, bea cukai serta pabrik pupuk.

“Dengan KEK Tembakau ini, semoga pemerintah tergugah untuk memberikan hak kepada petani agar bisa memperbaiki perekonomian Madura,” pungkasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *