Infrastruktur Jalan dan Tangkis Laut Menjadi Atensi DPRD Sumenep

  • Whatsapp
Oplus_131072

SUMENEP,Lacak.co.id Hairul Anwar anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menyoroti sejumlah persoalan infrastruktur yang dinilai masih memprihatinkan dalam laporan hasil Reses II Tahun Sidang 2026.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sumenep, pada Jum’at (31/3/2026) kemarin.

Bacaan Lainnya

H. Hairul Anwar sebagai juru bicara Fraksi PAN, mengungkapkan bahwa pelaksanaan reses pada 9 hingga 16 Maret 2026 menjadi momentum penting untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat di masing-masing daerah pemilihan.

Hasil serap aspirasi masyarakat, kerusakan jalan masih menjadi keluhan utama warga karena berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, akses transportasi, hingga keselamatan masyarakat.

“Di Desa Pragaan Laok, masyarakat bahkan terpaksa melakukan perbaikan jalan secara swadaya karena belum mendapat perhatian,” ujarnya.

Selain itu juga, buruknya sistem drainase yang dinilai memperparah kerusakan infrastruktur. Dan perlu ada tindakan serius dari pihak dinas terkait.

Genangan air kerap terjadi saat musim hujan, seperti di Jalan Trunojoyo, Desa Gedungan, Kecamatan Batuan.

“Drainase yang tidak berfungsi optimal menyebabkan genangan yang mengganggu lalu lintas sekaligus mempercepat kerusakan jalan. Ini harus ditangani secara terpadu,” tegasnya.

Permasalahan lain yang turut menjadi perhatian adalah banyaknya Penerangan Jalan Umum (PJU) yang tidak berfungsi, khususnya di wilayah Kecamatan Gapura, Batang-Batang, hingga Dungkek.

Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko kecelakaan dan menurunkan rasa aman masyarakat pada malam hari.

Selain itu kerusakan tangkis laut di kawasan pesisir yang berpotensi memicu abrasi dan mengancam permukiman warga, seperti di Desa Legung, Kecamatan Batang-Batang.

“Sumenep memiliki wilayah kepulauan yang luas, sehingga keberadaan tangkis laut sangat vital. Pemerintah harus segera melakukan perbaikan untuk melindungi masyarakat pesisir,” tambahnya.

Hairul berharap seluruh hasil reses tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam menentukan prioritas pembangunan ke depan.

“Kami mendorong pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret dan menjadikan sektor infrastruktur sebagai prioritas utama demi terwujudnya Sumenep yang maju dan sejahtera,” paparnya.

Karena menurut Hairul infrastruktur menjadi salah satu tonggak utama berjalannya perekonomian masyarakat.

“Kalau infrastruktur baik, makan dapat dipastikan perekonomian pasti akan semakin baik. Karena akses jalan manjadi pendorong tumbuhnya perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Penulis: Liel
Editor: Bahri

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *