SUMENEP,Lacak.co.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menerjunkan tim satuan tugas (satgas) dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperbaiki infrastruktur kota.
Satgas tersebut, fokus menangani tiga masalah utama yang sering dikeluhkan masyarakat: drainase tersumbat, sungai kotor, dan jalan berlubang.
Kepala Dinas PUTR Sumenep, Eri Susanto, menjelaskan bahwa Satgas Merah bertugas membersihkan saluran drainase dari tumpukan sampah yang bisa memicu genangan air saat hujan turun.
Mereka bekerja setiap pagi di sejumlah titik rawan, seperti gorong-gorong di Jalan Setia Budi yang sempat dipenuhi sampah rumah tangga.
Sedangkan Satgas yang di Kali Marengan difokuskan untuk mengangkat endapan sedimen dan sampah dari aliran Kali Marengan.
Dengan rute kerja dari Kampung Arab hingga Geledak Rantai, 25 anggota satgas ini menjadi garda depan dalam mencegah pendangkalan sungai yang bisa menyebabkan banjir saat musim hujan.
“Kesadaran masyarakat masih menjadi tantangan tersendiri. Sebagian warga masih membuang sampah sembarangan ke sungai, bahkan dilakukan secara sembunyi-sembunyi pada malam hari. Sampah seperti pampers, pembalut, dan plastik menjadi penyumbang utama yang mempercepat pendangkalan sungai,” katanya.
Menurut Eri, hal itu apabila dibiarkan, air akan meluap ke jalan, memperparah kondisi infrastruktur dan mempercepat kerusakan jalan. Hal inilah yang menjadi alasan adanya Satgas Tutup Lobang.
“Satgas ini ditugaskan untuk menambal jalan berlubang yang kerap membahayakan pengendara,” ujarnya.
Eri menyebutkan langkah ini sebagai tindakan preventif agar keluhan warga tidak menumpuk dan pelayanan publik tetap optimal.
“Pada intinya kita perlu dukungan dari masyarakat, selain itu kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan. Tanpa dukungan masyarakat usahan yang kami lakukan tidak akan berjalan dengan lancar, ada saja kendala,” tuturnya.
Penulis: Liel
Editor: Bahri









