SUMENEP, Lacak.co.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumenep, Madura, Jawa Timur 2022-2027 resmi dikukuhkan, Selasa (18/10/2022). Pengukuhan ditandai dengan penyerahan bendera HNSI oleh Sekretaris DPD HNSI Jawa Timur Sutoyo M Muslih kepada Ketua DPC HNSI Sumenep, Musahnan di aula Kantor Dinas Perikanan.
Musahnan menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota HNSI di Sumenep yang memercayainya memimpin organisasi tersebut untuk lima tahun kedepan. HNSI kedepan akan konsen pada kegiatan advokasi kepentingan nelayan.
Menurutnya, banyak persoalan yang selama ini dikeluhkan nelayan diantaranya soal kelangkaan dan tingginya BBM jenis solar di Kepulauan, minimnya akses bantuan dari Pemerintah, kemudian konflik antar nelayan termasuk minimnya jaminan ketenaga kerjaan perlu mendapat pengawalan.
”Untuk itu, dalam waktu dekat. Kami akan melakukan rapat kerja, untuk merumuskan beberapa program HNSI kedepan,” terang Musahnan.
Ia juga berharap kepada Dinas Perikanan dan DPD HNSI Jawa Timur intens menginformasikan mengenai berbagai program bantuan kepada nelayan. HNSI Sumenep siap menjembatani nelayan untuk mengakses bantuan dari Pemerintah baik Kabupaten, Provinsi, maupun Pusat.
”Karena umumnya nelayan tidak memiliki banyak pengalaman dan minim pengetahuan untuk ke Dinas, makanya HNSI siap menjadi jembatani,” ucapnya.
Sementara itu, Sekjen HNSI Jatim Sutoyo menyebutkan, Sumenep merupakan dengan basis tertinggi nelayannya dibanding Kabupaten atau Kota lainnya di Jawa Timur. 48 ribu lebih warga Sumenep berprofesi sebagai nelayan, namun perhatian Pemerintah terutama terkait jaminan ketenaga kerjaannya sangat minim.
”Resiko nelayan ketika bekerja sangat tinggi. Banyak peristiwa peristiwa nahas di laut menimpa nelayan, tapi kadang tidak dapat apa apa,” ungkapnya.
Untuk itu, HNSI Jawa Timur bekerjasama dengan BPJS ketenaga kerjaan guna memberikan jaminan ketenaga kerjaan kepada nelayan. (Rd)









