SUMENEP, Lacak.co.id – Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kecamatan Pragaan resmi melantik Pengurus Anak Cabang (PAC) masa khidmat 2025–2030. Kegiatan yang berlangsung di Aula Pondok Pesantren Al-Amien Tegal, Prenduan, Sabtu (17/10/2026), tersebut sekaligus dirangkai dengan Workshop Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
Pelantikan ini dihadiri ratusan guru Nahdlatul Ulama (NU) dari berbagai lembaga pendidikan se-Kecamatan Pragaan. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan pendidikan yang berkualitas dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya jajaran Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan, Dewan Pakar Pergunu, serta pengurus Pimpinan Cabang (PC) Pergunu Kabupaten Sumenep.
Prosesi pelantikan dan pembaiatan pengurus dipimpin langsung Ketua PC Pergunu Sumenep, Mohammad Sholeh, M.Pd., yang hadir sebagai mandataris Pimpinan Wilayah (PW) Pergunu Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Mohammad Sholeh menegaskan bahwa Pergunu tidak hanya menjadi organisasi profesi, tetapi juga wadah perjuangan dan pengembangan kapasitas guru dalam menjaga kualitas pendidikan serta nilai-nilai Ahlus Sunnah wal Jamaah.
“Pergunu Pragaan harus menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kualitas guru. Guru NU tidak boleh hanya mengajar, tapi harus terus belajar, bergerak, berjuang, dan menjadi teladan akhlak di tengah masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap kepengurusan PAC Pergunu Pragaan yang baru dilantik mampu menyusun dan menjalankan program kerja yang progresif, memperkuat soliditas organisasi, serta membangun sinergi dengan MWCNU, badan otonom NU, dan berbagai pemangku kepentingan di Kecamatan Pragaan.
Menurutnya, kolaborasi antarlembaga menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan memperkuat peran guru NU di tengah masyarakat.
Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Workshop Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang menghadirkan Ali Wafa, Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Ali Wafa menjelaskan filosofi dan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah. Ia menekankan bahwa KBC bukan sekadar perubahan kurikulum, melainkan pendekatan pendidikan yang menempatkan nilai cinta sebagai landasan dalam proses pembelajaran.
“Kurikulum Berbasis Cinta mengajarkan kita bahwa ilmu tanpa cinta akan melahirkan generasi yang kering. Maka tugas guru NU adalah menanamkan cinta kepada Allah, cinta kepada Rasulullah, cinta kepada sesama, dan cinta kepada ilmu pengetahuan,” jelasnya.
Workshop tersebut mendapat antusiasme dari para peserta hingga kegiatan berakhir. Melalui materi yang disampaikan, para guru diharapkan memperoleh pemahaman yang dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di lembaga pendidikan masing-masing.
Sementara itu, Ketua PAC Pergunu Pragaan yang baru dilantik menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan kepadanya bersama jajaran pengurus.
Ia berkomitmen untuk mengaktifkan berbagai program organisasi, khususnya kegiatan peningkatan kompetensi guru dan pengabdian kepada masyarakat, demi mendukung kemajuan pendidikan NU di Kecamatan Pragaan.
“Kami mohon bimbingan dari MWCNU dan PC Pergunu Sumenep. Amanah ini akan kami jalankan dengan penuh tanggung jawab untuk kemajuan pendidikan NU di Pragaan,” pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto seluruh pengurus serta kader Pergunu Pragaan. Melalui pelantikan dan workshop tersebut, Pergunu Pragaan diharapkan semakin solid dalam menjalankan peran organisasi sekaligus mendorong lahirnya pendidik yang kompeten, berkarakter, dan mengedepankan nilai-nilai cinta dalam pembelajaran. (*)








