Pemkab Sumenep Borong Tiga Juara 1 Syariah Award Jatim 2026, Jadi Pemacu Ekonomi Syariah

Oplus_131072

SUMENEP,Lacak.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, kembali menorehkan prestasi di tingkat Jawa Timur. Kali ini, Pemkab Sumenep berhasil memborong tiga penghargaan Juara 1 dalam ajang Syariah Award Jawa Timur 2026.

Tiga penghargaan tersebut diraih dalam kategori Keuangan Mikro Syariah, Inklusi Keuangan Syariah Pemerintah Daerah, dan Wakaf.

Bacaan Lainnya

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Capaian ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Sumenep dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengembangan ekonomi berbasis syariah.

Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini berkontribusi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Kabupaten Sumenep.

“Penghargaan ini menjadi bukti upaya Pemkab Sumenep dalam membangun ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif, sekaligus meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengembangan ekonomi berbasis syariah,” kata KH. Imam Hasyim, Senin (28/9/2026).

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah daerah, perangkat daerah, lembaga keuangan, serta berbagai elemen masyarakat yang turut mendukung penguatan ekonomi dan keuangan syariah di Kabupaten Sumenep.

Namun, ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut tidak boleh hanya dipandang sebagai sebuah capaian administratif.

Sebaliknya, prestasi itu harus menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas program dan pelayanan yang memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi pemerintah daerah untuk memperkuat ekonomi dan keuangan syariah, yang ujung-ujungnya programnya memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

KH. Imam Hasyim menambahkan, Pemkab Sumenep berkomitmen memperluas pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui berbagai program yang dapat meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus memperluas akses terhadap layanan keuangan syariah.

Menurutnya, capaian tersebut diharapkan tidak berhenti pada penghargaan, tetapi dapat diwujudkan dalam program yang memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, khususnya dalam mendorong kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan.

“Perangkat daerah jangan berhenti pada penghargaan, tetapi prestasi ini harus menjadi energi untuk berinovasi, memperluas manfaat dan menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *